Benarkah Analisa Technical Tidak Berguna?

Secara umum dari zaman dahulu untuk mendapatkan profit disaham selalu menggunakan dua metode analisa yang pertama analisa fundamental dan yang kedua analisa technical. Namun baru baru ini ada seorang analis yang menggukan metode analisa bandarmologi mengatakan bahwa analisa technical itu cuma omong kosong. Disalah satu video yang dia unggah di youtube bahkan dia mengutip kata kata dadengkot investor fundamental dari luar negri dan dari dalam negri yang mengatakan analisa technikal benar benar tidak berguna dan merupakan sebuah omong kosong. 

Namun kita semua tahu sejatinya analisa bandarmoligi itu sendiri merupakan bagian dari analisa technikal. Analisa bandar mologi maupun analisa forign flow secara teknis mempelajari sinyal dimana bandar ( orang berduit besar yang memiliki kemampuan dan kemauan menaikan harga saham ) mulai membeli saham dan sinyal dimana mereka mulai menjual barang. Secara harfiah kondisi tersebut juga merupakan sebuah analisa technikal. 

Lalu bagaimana dengan pendapat bahwa analisa technikal tidak berguna? Pendapat pribadi saya analisa technical maupun analisa fundametal sebenarnya masih sangat berguna. Khusus untuk analisa technikal jika kita mau mengerti lebih dalam, grafik dan garis yang dibentuk oleh rumus matematika tersebut adalah gambaran emosi dan kebiasaan manusia. Saya sendiri semua manusia itu memiliki sebuah tindakan berulang yang selalu akan dia lakukan dengan pola yang sama. Alasannya sangat sederhana karena setiap manusia secara tidak sadar dipengaruhi alam bawah sadar disetiap tindakan mereka apalagi tindakan tersebut adalah sebuah kebiasaan.

Contoh sederhana yang membuat saya yakin analisa technikal masih efektif. Jika kita terbisa meletakkan kunci disaku kanan depan maka kebiasaan seperti itu akan terus berulang hingga kapanpun, kecuali kita memprogram alam bawah sadar kita untuk mengganti kebiasaan tersebut. Tentu untuk mengubah sebuah kebiasaan butuh waktu yang tidak sedikit. Begitu juga dengan pola harga saham jika kita mau mendalami technikal garis dan grafik tersebut merupakan cerminan dari emosi dan kebiasaan manusia. Namun perlu juga diketahui saat seorang bandar akan menggerakan harga saham tentu mereka menggunakan data jika mereka mengangkat harga dengan rasio barang yang dia pegang dan ritel yang ikut besar apakah masih mengutungkan atau tidak. Dari sinilah khususnya trader analisa technikal mengetahui kebiasaan bandar tersebut seperti apa. Karena itu trader biasanya akan memberi asuransi perlindungan kepada modal mereka dengan memberi batas cut lose. 

Lalu bagaimana dengan analisa technikal bandarmologi apakah benar benar 100% bekerja. Menurut saya analisa bandar mologi juga tidak 100% bekerja. Contoh sederhanya, jika bandar A membeli saham G seharga 200 sebanyak 1milyard lembar, kemudian ada sekumpulan orang dengan metode bandar mologi tahu dan kemudian masuk dengan membili diharga 206 sebanyak 1milyard lembar. Apakah analisa tersebut bakal bekerja saya rasa juga tidak. 

Jadi mau analisa technikal bandarmologi ataupun analisa technikal lainnya semua bisa bekerja dan juga bisa tidak bekerja, keduanya relatif mengikuti keadaan. Karena tidak ada hukum absolud dimuka bumi ini kecuali hukum tuhan. Karena itu setiap trade selalu memberi batas cut lose sebagai asuransi atas modal yang dimiliki. 

Artikel ini adalah pendapat pribadi tidak bermaksud menyinggung siapapun dan pihak manapun, Salam profit. t.me/investorsahamcorner

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kode Broker Saham Terbaru BEI

Sekenario lanjutan IHSG setelah menutup gap 5016